Sejauh ini Twitter menyediakan tujuh bahasa untuk pengguna, yakni Bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Korea, Perancis, Jerman dan Jepang. Para pengguna bisa memilih satu dari tujuh bahasa ini sebagai pengantar.
Rupanya, tujuh bahasa ini dianggap belum cukup. Sebagaimana yang diungkap di blognya, Twitter kini sedang mengembangkan layanan berbahasa Indonesia, Rusia dan Turki. Dan kemudian akan disusul bahasa Portugis. (Layanan bahasa ini hanya pada pengantar dan bukan konten)
Tidak dijelaskan kenapa Twitter memilih bahasa Indonesia dalam layanan terbarunya. Namun melihat jumlah penduduk, ditambah pesatnya perkembangan social media maka menambahkan layanan berbahasa Indonesia adalah pilihan yang sangat wajar dan rasional.
Yang menjadi pertanyaan, jika akhirnya bahasa Indonesia tersedia di Twitter, apakah pengguna di Indonesia akan memanfaatkannya? Ataukah pengguna akan tetap memilih bahasa Inggris yang lebih 'familiar'?






0 comments:
Post a Comment