Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Menulis Buku: Memilih Topik

MENULIS buku merupakan obsesi banyak orang, termasuk blogger. Buku merupakan salah satu ’warisan intelektual’ yang bisa dijadikan jembatan untuk memperkaya wawasan. Menulis buku juga bisa menjadi alternatif untuk menambah penghasilan.


Apakah menulis buku itu sulit? Bisa ya bisa tidak, tergantung dari mana sudut pandang Anda. Pengalamanku, menulis buku itu relatif mudah, kendati tentu saja tetap memerlukan kerja keras. Karena sebuah buku tak akan tercipta dengan sendirinya.

Memilih topik

Langkah pertama dalam menulis buku adalah memilih topik. Bagaimana caranya memilih topik?

Jika ini karya pertama, maka yang disarankan adalah memilih topik yang disukai. Menulis buku memakan waktu lama. Biasanya berkisar pada satu hingga tiga bulan. Bahkan ada yang memerlukan waktu enam bulan hingga lebih dari setahun. Jika topik yang dipilih tidak terlalu disukai, maka menulis buku akan terasa seperti pekerjaan yang melelahkan. Anda akan merasa terpaksa.

Jika memilih topik yang disukai, setiap pagi Anda akan bangun dengan semangat baru, ide baru. Anda akan selalu merasa bergairah. Menulis tidak akan terasa seperti pekerjaan karena Anda melakukan atau menuliskan sesuatu yang Anda sukai.

Jadi jika senang memasak, mungkin Anda bisa mulai dengan membuat buku yang terkait dengan dunia masak-memasak. Mungkin kumpulan resep unik, tip dan kiat dalam memasak, atau membuat kisah fiksi yang tokoh utamanya gemar memasak.

Jika hobi menanam tanaman hias, Anda bisa menulis tentang pengalaman Anda, misalnya bagaimana cara praktis membuat stek, kombinasi pupuk organik apa yang sesuai untuk tanaman tertentu, dan yang semacam itu.

Jika senang traveling, atau karena urusan pekerjaan Anda ‘terpaksa’ berkeliling ke berbagai daerah, Anda bisa menuliskan pengalaman itu, baik dalam bentuk ‘ekspedisi’ atau sekedar tuntunan perjalanan.

Jika senang ngeblog, Anda bisa menuliskan kiat praktis seputar ngeblog berdasarkan pengalaman. Jika punya pengalaman ngeblog di beberapa platform (blogspot, wordpress atau blogdetik), Anda juga bisa membuat buku yang berisi perbandingan platform itu dan tuntunan bagaimana bisa ngeblog dengan efektif.

Tentu, jika ingin menjadi penulis profesional, Anda mau tak mau harus menulis berbagai topik, termasuk yang mungkin tidak terlalu disukai. Namun sebagai langkah awal, sebaiknya Anda memulai dari topik yang disukai atau yang disenangi.

Sesuai latar belakang

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana jika aku tak punya topik yang disukai? Tak masalah. Jika merasa tak punya sesuatu yang disukai, atau mungkin hobi Anda sukar diwujudkan atau dialihkan dalam tulisan, Anda bisa membuat buku yang terkait dengan latar belakang atau profesi.

Jadi jika sehari-hari berkecimpung di dunia pendidikan, misalnya, Anda bisa membuat buku yang terkait dengan bidang pengajaran. Mungkin Anda bisa membuat buku berisi usulan tentang kurikulum yang sesuai dengan era digital, menuliskan pengalaman dengan anak didik, suka-duka guru, dan semacamnya.

Jika latar belakang Anda di dunia hukum, Anda bisa menulis hal terkait hukum. Bisa tuntunan praktis tentang hukum, menjabarkan berbagai kasus dengan bahasa yang mudah dimengerti pihak awam, atau menulis novel yang tokoh utamanya penegak hukum (pengacara atau polisi).

Jika sehari-hari Anda biasa bersentuhan dengan anak jalanan, misalnya, atau dengan hewan langka, atau dengan pejabat tertentu, Anda bisa menuangkan pengalaman dan suka-duka itu menjadi buku. Karena topik yang dituangkan dalam buku itu Anda kuasai, itu akan memudahkan. Karena Anda tahu persis bagaimana seluk beluknya.

Orientasi pasar

Selain menulis topik yang disukai atau sesuai degan latar belakang, ada satu hal penting yang harus dilakukan. Yakni survey pasar. Jika buku akan dijual, maka hakekatnya menulis buku akan menjadi bisnis. Karena itu penting untuk mengetahui bagaimana kira-kira respon pasar terhadap buku itu. Tak ada gunanya Anda bersusah-payah menulis buku, yang sesuai dengan hobi atau latar belakang, jika nantinya buku yang dibuat hanya memenuhi gudang toko buku karena tak laku.

Bagaimana caranya mengintip peluang pasar? Hal itu akan aku tuliskan di posting berikutnya, hehehe

(catatan: posting ini–dan juga posting-posting selanjutnya dibuat berdasarkan pengalaman pribadi ditambah pengamatan dari berbagai sumber. Jadi mungkin saja apa yang aku paparkan berbeda dengan pengalaman teman lain yang juga sudah menulis buku. Jika ada teman yang punya pengalaman atau kiat berbeda, mungkin bisa membaginya di sini )

0 comments:

Post a Comment